Hidup dalam keberagaman

Belakangan ini di televisi kita sering ditampilkan berita kekerasan yang berbau SARA, seperti peristiwa penyerangan jamaah Ahmadiyah di Banten pada 6 Februari 2011 yang mengakibatkan tiga tewas, 10 luka-luka, Perusakan Gereja di Temanggung, 8 februari 2011 yang menyebabkan tiga gereja dibakar, mobil polisi dibakar dan lainya. Di saat bersamaan para tokoh lintas agama menggelar pertemuan di Jakarta dalam rangka memperkokoh persatuan antar umat beragama, tujuanya jelas menginginkan masyarakat Indonesia tidak mudah terpancing provokasi oleh isu-isu agama seperti yang pernah terjadi di Ambon. Tapi sepertinya tujuan dari pertemuan para tokoh lintas agama tersebut yang diketuai oleh Din Syamsudin belum bisa tercapai, akibat dari dua pristiwa diatas kini isu keamanan umat beragama juga terancam.

kerukunan hidup dalam keberagaman agama memang tidak mudah, selain dari pada ajaran dan paham yang berbeda juga terdapat kefanatikan penganutnya, masalah timbul saat satu kelompok agama mulai terprovokasi oleh kelompok agama lain, maka dengan unsur kefanatikan agama membuat kelompok itu buta untuk mencari asal muasal masalah yang terjadi, dan akhirnya terjadilah kerusuhan yang berbau SARA.

Masalah ini dapat kita atasi hanya dengan cara komunikasi yang baik antar semua pihak, dengan mengkomunikasikan segala sesuatunya dengan jelas, orang akan mengerti maksud dari suatu tindakan kita yang mungkin asing bagi kelompok lain sehingga kesalahpahaman dapat terhindarkan. Seperti yang terjadi di Banten, karena kefanatikan dan kurangnya komunikasi yang baik, yang justru lebih bersifat arogan antar kedua pihak menyebabkan percikan kekerasan terjadi.

Tidak bisa kita hindari bahwa kita hidup dalam perbedaan baik itu perbedaan ras, golongan maupun agama, jadi tergantung kitalah mau bagaimana menjalani keberagaman ini, apa dengan jalan menonjolkan sifat egois kita masing-masing, atau mau hidup saling menerima satu sama lain secara harmonis? Ini adalah pilihan yang mudah tapi sangat sulit untuk dilakukan, tanpa komunikasi yang baik dan adanya pihak-pihak yang mampu berpikir jernih persatuan tidak akan tercapai.

Sebenarnya pemerintah dan seluruh masyarakat tahu akan pentingnya komunikasi, ini dibuktikan dengan kegiatan-kegiatan kita selama ini, seperti, Siskampling, Kerja bakti, Pertemuan warga, dll. Tujuannya untuk memperkokoh persatuan dan komunikasi antar masyarakat. Nah, tinggal kitalah yang harus menggiatkanya, sebagai masyarakat hal itulah yang bisa kita lakukan sekarang ini. Hidup dalam keberagaman menjadikan dunia lebih indah, seperti pelangi semakin banyak warna yang terbentuk akan semakin indah dipandang . Tidakah kita berpikir, mengapa di waktu masa perjuangan kita mampu bahu membahu dan gotong royong memperjuangkan kemerdekaan walupun kita berbeda warna, suku, agama?karena sifat nasionalisme yang tinggi yang mampu mempersatukan bangsa, dan sekarang mengapa tidak demikian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s