Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto

(1882-1934)

Dilahirkan di Ponorogo, Jawa timur, 6 Agustus 1882 adalah seorang yang mempunyai kharisma yang tinggi, pemimpin organisasi Serikat Islam (SI) di Indonesia.

Tjokroaminoto adalah anak kedua dari 12 bersaudara dari ayah bernama R.M. Tjokroamiseno, salah seorang pejabat pemerintahan pada saat itu, kakeknya R.M. Adipati Tjokronegoro, pernah juga menjabat sebagai bupati Ponorogo.

Sejak kecil Tjokroaminoto sudah menunjukan kharismanya. Meski nakal, ia disegani anak-anak didesanya. Maklum , ia anak seorang wedani, sifat kerakyatannya sudah terlihat sejak kecil, gelar Raden Mas-nya lebih sering ditinggalkan bila ia memperkenalkan diri.

Tjokroaminoto kecil dibesarkan di sebuah keluarga yang islami, walaupun pendidikan yang ditempuhnya pendidikan barat.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, ia melanjutkan ke Ovia, sekolah calon pegawai pemerintah di Magelang, lama pendidikannya 5 tahun dengan bahasa pengantar bahasa Belanda. Sekolah ini tidak hanya diperuntunkan untuk kalangan untuk kalangan priyayi, rakyat biasapun dibolehkan masuk dinas pangreh praja tersebut. Disini Tjokro menyelesaikan pendidikannya dengan baik.

Setelah pendidikanya, pada tahun 1902, ia bekerja sebagai juru tulis di Ngawi, Jawa timur yang hanya dilakukanya selama tiga tahun, hal ini disebabkan ia harus sembah dan jongkok kepada atasan, yang merupakan tata karma di kalangan pemerintah bumi putra pada waktu itu.

Pada tahun 1905, ia pindah ke Surabaya untuk bekerja di sebuah perusahan dagang sambil sekolah malam setingkat HBS (Hoogre Burger School), sejenis sekolah lanjutan yang dilaksanakan siang hari, sedangkan istrinya menerima indekos pemuda-pemuda Indonesia yang sekolah. Salah satu pemuda yang indekos di rumah Tjokroaminoto adalah Ir. Soekarno (Presiden RI-1) pada tahun 1916, ketika Ir Soekarno bersekolah di HBS Surabaya dan kemudian menjadi muridnya. Sebagai salah satu pelopor pergerakan nasional ia mempunyai tiga murid yang selanjutnya memberikan warna bagi sejarah pergerakan Indonesia, yaitu Muso, yang sosialis/komunis, soekarno, yang nasionalis, dan Kartosuwiryo yang agamis.

Dengan kepandaianya yang didapatkan dari sekolah malam itu, ia dapat diterima bekerja sebagai teknisi di pabrik gula Rogojampi selama tahun 1907 hingga 1912, dan mulai aktif menulis di harian Bintang Surabaya. Di pabrik gula, mula-mula ia menjadi masinis kemudian diangkat sebagai ahli kimia.

Tidak berapa lama Tjokroaminotopun masuk serikat islam.pada bulan mei 1992. Masuknya Tjokroaminoto ke SI bermula dari buah perkenalan dengan Samanhudi di Surabaya. Awalnya organisasi ini terbatas pada bidang perdagangan saja dan masih bernama Sarekat Dagang Islam (SDI). Tetapi kemudian Tjokroaminoto memberikan gagasan agar SDI tidak hanya bergerak pada soal perdagangan saja, maka berdirilah SI( sarekat islam), sejak itulah SI disebut-disebut sebagai organisasi nasionalis pertama diawal abad ke 20 yang berhasil menghimpun dukungan masyarakat luas. Karena itu, SI menjadi wahana yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan-tujuan nasional.

Pada kongres ketiga SI di Yogyakarta pada 18-20 April 1914. Tjokro terpilih sebagai ketua Central SI dan Goenawan Mangoenkoesoemo sebagai wakil ketuanya. Adapun H. Samanhudi (pendiri SDI) menjadi ketua kehormatan.

Sebagai tokoh utama organisasi perjuangan yang memiliki 180 cabang diseluruh Indonesia dan beranggotakan sekitar 700000 orang pada periode 1912-1916. Ditangan Tjokro, SI mulai berkembang menjadi organisasi yang pertama kali merakyat, berwawasan nasional dan berusaha meningkatkan kesadaran politik pada zamanya.

Meskipun sangat sibuk dengan aktivitas keorganisasian, Tjokroaminoto tetap meluangkan waktunya untuk menuangkan gagasanya dalam bentuk tulisan. Diantara karyanya adalah “Islam dan sosialisme”, “Tarich agama islam: Riwayat dan pandangan atas kehidupan dan perjalanan Nabi Muhammad Saw”, “Program Asas dan Tandhim partai SI Indonesia”, dan “Regelement umum bagi umat islam”

HOS Tjokroaminoto meninggal dunia pada tanggal 17 Desember 1934 karena penyakit lever. Setelah wafatnya, SI mulai meredup hingga kini. Ia dimakamkan di TMP Pekucen Yogyakarta.

Salah satu kata mutiara darinya yang masyhur adalah “setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat”. Ini menggabarkan suasana perjuangan Indonesia pada masanya yang memerlukan tiga kemampuan pada seorang pejuang kemerdekaan.

 

2 thoughts on “Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto

  1. Terima kasih , atas kehormatan yang diberikan pada kota saya Rogojampi, tempat pemimpin bangsa Bapak Cokroaminoto berkarir. Hanya sayang saya belum pernah dengar ada pabrik gula di tempat saya tersebut, mungkin saja saya salah.Rogojampi memiliki banyak pabrik antara lain ,Es yang terbesar di Kab Banyuwangi dan 5 buah Penggilingan Padi yang sangat besar , dan Pabrik Minyak Kelapa. Mohon konfirmasi…Terima kasih.

  2. wah terimakasih atas respon yang diberikan, pertama dari data yang saya dapat dan baca memang HOS Cokroaminoto pernah bekerja di pabrik gula antara tahun 1907-1912 dan disitu disebutkan tempatnya berada di Rogojampi.entah mungkin sudah tutup atau berada di area luar Rogojampi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s