Waktu

Banyak orang yang sudah tidak asing dengan jam tangan, alat satu ini sangat berguna bagi manusia, banyak orang tergantung padanya, setiap saat kita butuh melihat jam agar tidak terlambat pergi ke kantor, ke sekolah atau hal lainya. Tetapi didalam sains waktu tidak hanya berupa jam, menit dan detik.

Orang mesir kuno mengukur waktu menggunakan jam  matahari lebih dari 3000 tahun yang lalu, dengan piringan dan jarum ditengahnya seiring matahari mulai bersinar maka jam matahari dapat digunakan. Paling tidak orang mulai mengukur waktu sejak 10000 tahun yang lalu atau mungkin lebih. Orang dulu dalam mengukur waktu menggunakan cara pengamatan terhadap pergantian matahari setiap harinya, perubahan bentuk bulan setiap tahunya sampai perubahan musim dalam setahun, sehingga mereka dapat memprediksi kapan waktu bercocok tanam dan sebagainya, inilah cara pertama dalam menghitung waktu.

Seiring perkembangan zaman jam tangan-pun ditemukan sekitar 1300-an, sebelumnya orang-orang tergantung dengan menggunakan jam pasir atau jam matahari dalam mengukur waktu. Akan tetapi sejak tahun 1400-an timbul masalah, para pelayar yang sedang mencari daerah baru harus dapat mengetahui posisi daerah-daerah tersebut harus memiliki pengetahuan waktu yang lebih baik. Sejak tahun 1700-an, seorang ahli mesin yang bernama John Harrison mengembangkan suatu rangkaian jam yang akurat, yang diberi nama kronometer (jam khusus yang digunakan di laut untuk mengukur garis bujur). Keakuratanya, kurang dari 30 detik dalam satu tahun, bahkan pada kapal yang bergoyang. Jam ini membuka era baru tentang pengaturan waktu yang akurat.

Sekilas Sejarah Kronometer

Kronometer karya John Horrison yang dibuat pada 1759 memenangkan hadiah 10000 pounds. Hadiah diberikan oleh pemerintahan inggris pada tahun 1714 untuk mendorong penelitian demi pengembangan peralatan pengatur waktu yang akurat.

Di era saat ini ditemukan pengetahuan baru mengenai waktu, ilmu pengetahuan modern memperkirakan bahwa waktu dapat diam tidak bergerak. Kita telah terbiasa dengan berjalannya waktu secara teratur, panjang setiap menit yang selalu sama, hari ke hari, tahun ke tahun. Tetapi teori Albert Einstein mengatakan bahwa waktu dapat berubah kecepatannya. Semakin cepat benda bergerak, waktu berlalu semakin lambat. Tetapi kecepatan gerak benda harus sangat tinggi. Jika suatu benda dapat bergerak sama dengan kecepatan cahaya, maka waktu mungkin akan berhenti.

Teori relativitas Einstein

Teori tentang relativitas dikembangkan oleh ilmuwan yang bernama Albert Einstein pada tahun 1905 dan pada tahun 1915 Albert Einstein membuat beberapa prediksi yang menabjubkan. Dari pengalaman kita sehari-hari teori itu kelihatan tidak masuk akal. Tetapi  prediksi itu terjadi pada keadaan yang luar biasa dan terjadi di ruang angkasa, pada benda dengan kecepatan yang luar biasa dan benda-benda yang sangat besar, seperti bintang dan galaksi. Pada kehidupan normal di Bumi, pengaruh dari teori relativitas Einstein sangat kecil sehingga dapat diukur, dan tidak memengaruhi kehidupan sehari-hari. Tetapi diruang angkasa, ketika melakukan perjalanan antar bintang, pengaruh teori tersebut menjadi sangat penting. Salah satu pengaruhnya adalah saat benda bergerak semakin cepat, benda itu akan menyusut sesuai arah perjalanannya.

Fakta-fakta menabjubkan.

-waktu adalah relative. Artinya, waktu berubah pada kondisi yang berbeda, khususnya dengan kecepatan gerak. Semakin cepat kamu bergerak, semakin lambat waktu berlalu.

-satu-satunya hal yang selalu konstan di alam semesta ini, yang selalu sama adalah kecepatan cahaya. Kecepatan cahaya bersimbol c

-Einstein menunjukan bahwa massa atau materi, m, seperti bagian-bagian atom, dapat diubah menjadi Energi, E.

-Persamaan Einstein yang terkenal adalah E=mc2 . persamaan ini menyatakan bahwa jumlah energy dalam suatu masa, seperti partikel atom, sama dengan jumlah massa kali kecepatan cahaya yang dikuadratkan. Karena kecepatan cahaya sangat besar, ketika kecepatan cahaya dikuadratkan nilainya menjadi jauh lebih besar. Jadi massa yang sangat kecil sama dengan jumlah energy yang sangat besar.

Seberapa cepatkah cahaya

Cahaya mempunyai kecepatan yang paling tinggi di jagad raya ini sekitar 300000 km/detik. Semua gelombang elektromagnetik bergerak pada kecepatan ini. Tetapi kecepatan ini adalah kecepatan cahaya di ruang angkasa atau ruang hampa udara. Kecepatan cahaya terpengaruh saat melewati materi-materi atau zat-zat yang berbeda. Perjalanan cahaya akan melambat jika melewati zat transparan, seperti ait dan kaca.

MEDIUM KECEPATAN (KM/DETIK)
Hampa udara 299.792
Udara 299.700
Air 225.000
Kaca jendela 195.000
Kaca dekoratif (kaca timah) 160.000
Intan 125.000

UNIK

Satu teori tentang waktu dan ruang mengatakan bahwa saat benda bergerak lebih cepat dan mendekati kecepatan cahaya. Maka lintasan waktu benda itu akan melambat. Pada kecepatan cahaya, waktu akan berhenti. Mungkin bila benda bergerak lebih cepat dari cahaya, waktu akan berjalan mundur.  ‘Jalan pintas’ di ruang angkasa disebut lubang ulat.

Memungkinkan terjadinya kecepatan melebihi keceapatan cahaya. Jadi perjalanan melewati kecepatan cahaya. Jadi perjalanan melewati lubang ulat akan membuat kamu kembali ke masa lalu, mungkin 500 tahun ke belakang atau lebih!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s