EDWARD JENNER: Perjuangan melawan penyakit cacar

Dalam bulan Juli 1796, seorang dokter bedah daerah bernama Edward Jenner menyuntikkan bibit penyakit cacar yang mengerikan itu kepada seorang anak laki-laki. Seandainya anak laki-laki itu, James Phipps, menjadi sakit atau meninggal dunia, Jenner pasti mengakhiri hidupnya di tiang gantungan. Namun anak laki-laki itu tidak sakit karenanya. Maka jadilah Jenner seorang pahlawan.

Pada zaman Jenner hidup, cacar adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti. Dalam masa seratus tahun, sejak tahun 1700 hingga tahun 1800, di Eropa enam puluh juta orang meninggal dunia karena penyakit cacar. Ketika wabah yang paling buruk berkecamuk, satu dari tiga orang meninggal dunia.

Ada penyakit lain yang menimbulkan lepuhan-lepuhan pada kulit manusia yang sangat mirip dengan lepuhan-lepuhan cacar. Penyakit itu adalah penyakit yang menyerang sapi, yakni cacar sapi. Ada satu cerita kuno yang menerangkan bahwa barang siapa terkena penyakit cacar sapi, tidak akan kejangkitan penyakit cacar. Jenner bertanya-tanya dalam hatinya, benarkah kisah kuno itu?

Dalam bulan Mei 1796, Jenner bertemu dengan seorang wanita pemerah susu sapi yang menderita cacar sapi. Ia lalu mengambil cairan dari satu lepuhan yang terdapat pada tangan wanita itu, dan kemudian menyuntikkannya ke lengan anak kecil yang bernama James Phipps. Sudah barang tentu James jadi menderita cacar sapi – tetapi penyakit itu tidak berbahaya. Dalam bulan Juli, Jenner melakukan hal yang sama, tetapi kali itu yang disuntikkannya bibit penyakit cacar. Tidak terjadi apa-apa. James ternyata kebal. Kisah kuno daerahnya itu terbukti benar. Metode yang digunakan oleh Jenner itu disebut Vaksinasi.

Dua tahun kemudian ia memperkuat penemuan-penemuannya itu dengan melakukan lebih banyak percobaan, dan menerbitkan hasil-hasil percobaannya itu. Pada mulanya timbul reaksi yang tidak menyenangkan atas ide vaksinasi itu. Namun beberapa orang, termasuk keluarga istana, mempercayai Jenner. Mereka bersedia divaksinasi. Dengan cepat ide vaksinasi itu diterima masyarakat luas, dan pada tahun 1804 dua belas ribu orang telah divaksinasi. Jumlah kematian akibat penyakit cacar jadi menurun secara drastis. Maka kian lama kian banyak saja orang-orang di seluruh dunia yang ingin divaksinasi.

Perang dunia melawan penyakit cacar itu adalah suatu keberhasilan yang gilang-gemilang. Jenis penyakit yang pernah menyengsarakan ras manusia itu kini hampir musnah dari muka bumi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s