Apa kaya itu?

Yang pasti bukan kaya monyet atau “kaya-kaya “lainnya. Kaya di tulisan ini adalah berlimpahnya harta seseorang sehingga orang tersebut merasa tercukupi segala kebutuhannya, baik  jasmani maupun rohani. Nah , jika kita berpikir apa kaya itu? Menurut anda apakah anda sudah terpuaskan dengan pernyataan diatas tentang pengertian kaya dalam arti yang sempit?. Itu semua tergantung, kalau orang yang berpikiran sempit tentunya akan puas dengan pernyataan itu dan mengukur kekayaan dengan jumlah bukan dengan sifat-sifat yang lain semisal kepuasan.

Memang pengertian umum di masyarakat, kaya itu adalah banyaknya harta benda seseorang di dunia ini, pendapat ini benar. Tapi, karena pendapat ini pula banyak orang yang buta pada jalan hidupnya dan menyimpang dalam perbuatannya. Dikarenakan kata “kaya” ini sebagai ungkapan umum untuk kenyamanan banyak orang berlomba-lomba mencapai posisi itu tapi disisi lain kita wajib mengeliminir banyak pesaing baru mendapatkan kekayaan harta yang banyak. Disinilah letak salahnya “kaya” harta, saat semua cara buntu untuk mendapatkan apa yang diinginkannya , maka cara apa pun itu akan dihalalkannya, baik buruk suatu tindakan sudah tidak lagi diperhitungkan oleh seseorang. “kebutaan” adalah kata yang pas untuk perilaku ini. Perilaku menyimpang juga dapat terjadi karena definisi  kaya kita selama ini, menyimpang disini dalam artian cara-cara yang kurang pas dilakukan di masyarakat, hal ini terjadi akibat efek “buta” dari harta sehingga dalam melangkah kita kurang tahu mana jalan yang layak atau tidak yang terpenting buat orang tersebut adalah sampai tujuan dengan selamat. Hasilnya bisa sangat menghawatirkan, bisa saja orang tersebut dengan perilakunya yang menyimpang akan melewati suatu lubang di tengah jalan karena tidak melihatnya, alhasil orang tersebut akan jatuh .

Nah untuk merubah hal tersebut agar tidak terjadi, hal pertama yang harus kita lakukan adalah merubah “mindset” kita. Kita akan mencari apa KAYA itu? Bagaimana kita bisa mencapainya? Dan bla bla bla.

Menurut pendapat saya kaya itu relative dari diri kita sendiri, saya bilang relative karena kekayaan tidak dapat diukur dengan jumlah, diatas kaya pasti ada yang terkaya dan seterunya sampai yang punya segalanya yaitu Allloh SWT. Mungkin buat kita membeli sebuah handphone baru adalah hal biasa tapi bagaimana bila kita menjadi seorang pemulung yang berpenghasilan minim setiap bulannya, kita pasti menganggap kalau orang yang membeli handphone baru tadi adalah orang kaya. Nah saat orang yang membeli handphone baru tadi melihat seseorang membeli mobil baru atau menambah jumlah mobilnya, bukan tidak mungkin pembeli handphone baru ini menganggap orang yang membeli mobil itu orang yang banyak hartanya. Jadi kaya itu adalah RELATIVE!.

Untuk hal kedua yang perlu kita ubah adalah, mengetahui banyaknya definisi kaya.

Kaya itu banyak macamnya…, sekali lagi bukan kaya monyet dan sebagainya. Tapi yang saya maksud kaya itu sama seperti sifatnya yang relative, definisinya juga relative. Banyak orang yang hidup pas-pasan tapi mereka sudah mensyukuri nikmat dan adem ayem, itu juga bisa dibilang kaya. Ada orang dengan harta melimpah tapi hidupnya kena penyakit kanker dan tidak tenang rumah tanggannya, itu bisa dibilang miskin. Dari contoh diatas anda dapat menguraikan sendiri definisi kaya itu. Bahwa kaya itu bukan hanya dari jumlah materi tapi juga jumlah kepuasan batin dan ketetraman hidup.

Dan yang terakhir, bagaimana kita mampu menggapai “kaya” yang kita inginkan tanpa harus buta dan menyimpang dalam mencapainya.

Sebenarnya yang saya tulis hanya sebuah teori hipotesis yang belum teruji kebenarannya, yang saya tulis disini adalah dari buah pikiran saya. Cara menggapai kekayaan yang kita inginkan jika menurut saya adalah dengan seberapa besar anda BERUSAHA dan BERDOA……….saya pernah dengar bahwa “Seseorang tidak akan meninggal sebelum REZEKI yang ditakdirkan untuknya terberikan semua” jadi setelah berusaha dan berdoa ya kita harus BERSYUKUR. Sekian tulisan dari saya semoga bermanfaat bagi semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s