Florence Nightingale: Perintis perawatan dan pembaharuan rumah sakit

Dalam bulan Maret 1854, perang pecah di Krim. Inggris, Prancis, Turki, dan Sardinia terlibat dalam pertempuran melawan Rusia. Setelah beberapa bulan berlalu, cerita-cerita tentang penderitaan tentara yang jatuh sakit dan terluka sampai ke London. William Russell, seorang wartawan perang termasyhur, menulis di surat kabar The Times: “Apakah tidak ada wanita di antara kita yang merasa terpanggil untuk pergi ke medan perang dengan tulus guna merawat tentara timur yang sakit dan menderita di rumah-rumah sakit Scutari? Tidak adakah putrid Inggris, ketika tenaganya sangat dibutuhkan, yang bersedia melakukan pekerjaan kemanusiaan itu?” Florence Nightingale menjawab seruan itu. Baca lebih lanjut